UNIVERSITAS GUNADARMA

UNIVERSITAS GUNADARMA

Minggu, 04 Januari 2015

Tulisan 1




BISNIS DAUR ULANG SAMPAH KERTAS

PENDAHULUAN
 Saat ini kertas sudah menjadi suatu kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari pasti kita membutuhkan kertas untuk menulis, mencetak ataupun membungkus sesuatu. Dari aktivitas tersebut, tentu saja ada yang tidak terpakai yang akhirnya menjadi sampah.
Dari sampah kertas ini masih bisa di manfaatkan kembali dengan cara di daur ulang menjadi kertas layak pakai yang memiliki nilai seni yang bernilai jual tinggi dan menguntungkan. dari hasil pembuatan kertas daur ulang tersebut dapat dibuat sesuatu benda baru yang tentunya memiliki nilai seni, seperti : tempat foto, tempat pinsil, dan aneka kreasi lainnya yang dapat dibuat sesuai dengan kreativitas seseorang.
Dengan bermodalkan sampah kertas dan kreatifitas proses daur ulang ini bisa menjadi salah satu peluang kita untuk memulai usaha baru. Usaha ini sangat menarik karena dapat menciptakan sesuatu benda baru yang bermanfaat dan dengan usaha ini berarti kita telah membantu pemerintah mengurangi volume sampah yang ada.

ISI
Sampah merupakan hal kecil yang sering dilupakan , namun dapat menjadi masalah yang sangat besar apabila tidak ditangani secara serius. Dalam hal ini sampah plastik dan kertas merupakan masalah utama yang sering ditemui masyarakat, hal ini dikarenakan plastik dan kertas merupakan benda yang paling banyak digunakan manusia dan tentunya paling banyak dibuang dan menghasilkan sampah. Saat mendengar kata sampah mungkin hal yang ada di benak kita hanyalah benda kotor dan tidak berguna. Namun anggapan seperti itu tidak selalu benar, sampah juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi barang yang bernilai jual dan menguntungkan. Salah satunya kertas daur ulang, kertas daur ulang merupakan produk dari bahan kertas bekas. Bahan untuk membuat kertas daur ulang dapat berupa sampah koran, kardus ,dan lain-lain. Untuk membuat kertas daur ulang tidak membutuhkan proses yang rumit dan bahan yang mahal. Tahapan pertama kertas bekas yang sudah dikumpulkan, direndam dalam air untuk menghancurkan kertas. Kemudian, kertas yang sudah hancur kemudian dicampur dengan lem. Setelah melalui tahap pencampuran, adonan tersebut kemudian di cetak menggunakan cetakan khusus agar rapi dan tipis. Setelah di cetak kertas kemudian di jemur agar kering dan dapat dimanfaatkan, biasanya kertas daur ulang seperti ini dijual ke para pengrajin untuk selanjutnya di buat menjadi barang bernilai seni. Dengan demikian maka kita dapat menaggulangi masalah sampah yang ada di sekitar kita, dan dapat memperoleh keuntungan dari hasil pemanfaatan sampah.
Produk dari daur ulang sampah kertas adalah berupa kertas yang teksturnya cantik sehingga dikenal sebagai art paper. Oleh karena itu, umumnya produk kertas daur ulang tersebut digunakan untuk membuat kerajinan tangan seperti kartu ucapan, pelapis permukaan boks karton, tas, kap lampu, daur ulang sampah plastic ini sudah banyak di gunakan seluruh masyarakat tanpa mereka sadar bahwa bahan dari produk tersebut adalah dari sampah kertas.
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti emasdari prosessor komputer, timah hitam dari baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkun.
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang alumunium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik. 

PENUTUP
 Dari isi tulisan di atas kita bisa mengetahui bahwa sampah yang menurut kita kotor dan sudah tidak berguna ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali dengan cara di daur ulang yang bernilai jual tinggi dan menguntungkan. Dengan hanya bermodal sampah dan kreatifitas selain itu, secara tidak langsung kita juga membantu pemerintah menyelamatkan lingkungan dari sampah yang semakin lama semakin menumpuk.

DAFTAR PUSTAKA
 http://mesinpercetakan.com/bisnis-kertas-bekas-prospek-bisnis-sampah/
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/07/15/09003278/Mengemas.Limbah.Kertas.Jadi.Bisnis.Berkelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar